Senin, 14 Juli 2014

Diposting oleh Unknown di 04.52 0 komentar


Cinta adalah alasanku bertahan,padahal aku tahu kita tak pernah akan sama
“ berbeda”
Iya memang kita berbeda,aku sempat menunggumu di sebuah persimpaangan jalan itu,persimpangan yang jauh akan mengubur harapanku.cukup lelah aku berkelana mencari tempat ternyaman disudut bumi ini hingga aku akhirnya aku menemukanmu sebagai tempat asing,aku tak ingin terdampar disini dan mati di tempat itu,aku telah terjebak,terpasung padaruang itu jelas pasti ruang itu adalah hati.
“ berbeda’’
Iya alasan itu yang membuatku bertahan,sebeda apapun itu hanya satu “ CINTA “ yang akan membuat kita sama.

Senin,14 Juli 2014

Diposting oleh Unknown di 04.34 0 komentar



Aku dan merindu adalah nyanyian sendu sedan,Aku dan segalanya di hukum dalam ruang dan waktu yang sama,merindu pada sesuatu yang fana yang sama sekali aku tak akan kentara bila di dekatmu,sebab aku sudah jauh dan tak dianggap ada olehmu,aku mati iya benar saja aku telah mati. Sebab kau juga memilih dia,dia yang jauh lebih ayu dengan jilbab yang menutupi rapat dadanya dan kulitnya yang kuning langsat sedangkan aku iya aku cukup sadar diri siapa aku..
Benar dan aku harus membenarkan bahwa memang aku yang salah mencintaimu dalam diam,mencintai yang akan meninggalkan manik-manik luka setelah itu,kalau pun aku mengungkapkannya pasti ku bungkam rapat  mulut ini sampai kaku dan tak bersuara,aku memang yang salah aku tak mampu katakan apapun tentang itu karena aku cukup tahu siapa aku untukmu.sekarang tangamu telah merapat erat dengan gadis itu entah gadis mana,entah....
Dan aku lah pendekap luka dari sebab yang ku buat sendiri.

Minggu, 01 Juni 2014

untukmu di awal juni

Diposting oleh Unknown di 07.29 0 komentar
Dibalik Senja yang murung ,kupanjatkan dzikir memuji namaNya.Tuhan agung pencipta alam Tuhan pengisi segala jagaad semesta alam.ku pinta pada Tuhan yang beriku nafas tanpa henti ku alunkan namamu dalam wirid lirihku,bukan karena aku terlalu sakau mencintaimu tetapi, aku cintaimu karena Tuhan,karena hatiku tercipta dari Tuhan.ku serahkan segala hal yang kupintaa dan ku titipkannya melalui wirid ini agar kau mengerti betapa hati ini tetap memilihmu

Lanjutan Sayap-Sayap Patah

Diposting oleh Unknown di 07.25 0 komentar


Sebulan kemudian hujan di bulan september,air mata tak jua henti dan berkerak dihati,aku mencoba menghitung derasnya hujan,namun hujan tak bisa dijabarkan dengan angka dan kata,aku mengamit rindu bersama kepergianku sebulan silam  agar kenangan bisa dilupakan.
     Fahri mendekap ku dalam dekapan tangan yang kokoh dan sekedar bersandar didada bidangnya,terasa begitu aman,aku bahagia sulit rasanya untuk menafikkan yang indah,entah siapa yang memulai hingga kami memutuskan untuk bekomitmen,kini tak ada jarak antara aku  dan dia,aku bisa dengan leluasa menciumi rambutnya yang ikal  dan mencium bibirnya yang merah merekah.
     Aku gemetar,aku meyeka keringat yang meleleh dikening ku dan aku yakin aku akan jatuh di pelukannya untuk kesekian kali,tangan kami saling beradu merasakan kehangatan yang membara,      
ɚɚɚ

“ untukku?”  dramtis memang,aku sambut setangkai mawar dari tangan kekasihku itu dan menghirupnya dalam-dalam.
Perempuan mana yang tidak menikmati  setiap moment yang membuat kasmaran.
Aku menghela nafas dalam-dalam,ku pandang mata  Fahri yang tak berkedip ,tak ada suara yang tercipta dalam ruangan itu dan desah nafas yang biasanya beradu kuat dengan nafasku.Tapi kali ini tangannya gemetar merasa ketakutan yang luar biasa.
“ Luna,Aku lapar” sambil memegangi perutnya.
“ aku sudah sediakan kopi hangat,dan nasi padang untukmu ”
Fahri nyaris tidak berkomentar dan menikmati apa yang disediakan didalam tudung saji,nyaris dia kekenyangan.tangannya mengelus perutnya sambil tertawa meledekku.tapi aku bahagia karena Fahri menyukai masakkanku,setidaknya untuk besok aku akan membuat masakan yang lebih istimewa untuknya.
“kau bisa kan membuatku tidak gemuk?”
“ tentu,kau hanya perlu sedikit olahraga”
“ lalu?”
“ bagaimana kalau kau gunakan sepeda itu untuk berkeliling  di pagi hari”
“ oke,asalkan kau mau bersamaku”
     Tanpa harus Fahri yang memulai menyentuh setiap inchi tanganku,aku memulainya lebih dulu ,aku tak mau sugguhan itu menjadi suguhan yang sia-sia,aku tak mau kehilangannya ku pegang dia,ku peluk dan kucengkram erat-erat dan berharaap bahwa aku adalah pemiliknya satu-satunya,aku tak ikhlas dia pergi  begitu juga dengannya..
ɚɚɚ
     Pagi harinya jam 06.00 dia mengajakku untuk bersepeda sekedar berolahraga ,padahal aku sedikit malas ,aku menguap keras-keras agar dia tidak mengajakku. Fahri mengayuh sepeda menaiki tanjakan dan aku memboncengnya,jalannya begitu licin dan aku ketakutan dia menarik tanganku dan diletakkan melingkar di pinggangnya.hampir saja terjatuh tapi dia bisa mengendalikannya dengan sigap.  Kami berhenti sejenak.mengusir kelelahan  sebelum kami memutuskan untuk kembali.
ɚɚɚ
     Alunan detum diskotik,keramaian yang menghipnotis dan pasang mata laki-laki perempuan yang asyik  di pojok-pojok diskotik,aroma alkohol yang hampir menyerbu hidung,sepasang laki-laki dan perempuan yang asyik bergoyang tanpa aturan,Para pemuda sakaw dan hampir sekarat.
     Aliran darahku membeku,aku berdiri sempoyongan,air mata merembes dari pelupuk mataku,antara menerima atau menolak,menngharamkan dan tetap haram aku memutuskan keluar dari tempat itu Fahri tetap membuntutiku,dan mencoba meraih pundakku ,aku menangkisnya.dia semakin menjadi dia menarik tanganku dan hendak memelukku ,aku tolak,.mengapa aku canggung bila harus beradu dengannya,padahal ini hari terakhir aku melepas rindu dengannya sebelum dia kembali pada pemiliknya yang sah.
“ kita cukupkan semuanya disini saja rel,Aku sudah terlampau lelah hukum tetap hukum tidak untuk kita ingkari”
“ Tapi Luna....”
“ Maaf aku nggak bisa lagi dengan semua ini,aku sudah cukup lelah untuk bersandiwara dan terus menjadi orang lain.
ɚɚɚ
     Dalam deras hujan sore ini ada air mata yang ikut berjatuhan apakah alam juga ikut merasakan apa yang kurasa,aku masih meraih bayangmu,bayang yang jelas-jelas sudah untuk ku lupakan  mengapa dalam setiap inchi otakku selalu ada kamu yang menyertaiku,mengapa wajahmu tak bisa ikut tengelam bersama matahari yang sudah murung digantikan bintang.semua terasa sesak bukan karena tempat ini yang sesak,sesak karena tidak ada ruang untuk ku bernafas.
     Fahri..mengapa nama itu yang muncul lagi,memaksa aku untuk kembali menunggu pengharapan yang mungkin akan menyiksa,membawa rindu yang turut serta hadir diantaranya.
     keesokan harinya  saat embun bergelayut di pucuk-pucuk dedaunan saat itulah saat yang terindah,untuk memulai suatu harapan yang baru,menuliskan setiap gagasan yang hendak meluap dari otak,menulis dan menulis lagi dan semoga Tuhan mengizinkan untuk menjadi best seller,tapi berbeda di masa kecilku yang ingin menjadi seorang guru.  Tiba-tiba insipirasi  hilang sesaat hilang bersamaan dengan  dering ponsel yang tak sengaja aaku tekan.
     “ Oh inspirasi....datanglah”
Senyap,begitulah kiranya yang dapat aku gambarkan dari dalam kamar kos berukuran 4 x 3 meter,lantai dua yang kelihatan lebih menegangkan di malam hari.Aku membiarkan tirai kamar terbuka lebar-lebar,jam dinding yang  berdetak-detak menujukan pukul 07.00 pagi.
“ cahaya pagi,memuntahkan warna jingga nya menyelusup dari balik setiap rumah yang ada”
     “ aduhhh kenapa ini,kata-kata yang aku pakai menjijikan sekali”
     Setelah beberapa menit ,aku tetap tidak menemukan insipirasi aku memutuskan untuk mematikan layar monitorku,dan keluar dari kamar yang tak cukup luas itu.
Aku menguap keras-keras dan menggaruk-garuk kepalaku menunju kamar mandi.
     “ Nggak kuliah tho Lun?”
     “ nggak bang,libur”
Kataku dengan salah satu anak laki-laki ibu kos yang tak lain adalah sepupuku,Dino namanya.
“ah akhirnya keluar juga” kata Lala salah satu penghuni kos yang centil
“ udah sampai mana Lun,ngimpinya  didalam tidur kan?” sahut Dino dengan rambut kribo dan sebatang rokok yang mengantung di mulutnya.
     Tanpa punya keinginan untuk memulai percakapan,aku masuk ke kamarku,dan berniat untuk melanjutkan  novel yang belum tuntas.
 






BAGIAN II
     Aku  kembali menghidupkan komputerku dan menunggu tele confrence webcam dari Jogjakarta.bersiap untuk menyapa keluargaku disana dan gadis kecil yang masih berusia lima tahun yang merupakan anak pertama dari kakak ku yang akan menganggu di sela-sela Ibunya menelfon.
     “ Hallo..bulik...bulik da dah bulik” kata gadis itu dengan suara yang cempreng.
Dengan potongan gambar gadis lucu itu tampak dilayar.Aku tersenyum  lebar lalu melambaikan tangan pada keponakanku,buru-buru kak Rosa mengambil alih kameranya tetapi gadis itu masih berisik meminta kameranya diambil alih kekuasaannya,akhirnya kak Rosa menyerah.
     “ geser kesini sayang,kameranya”
Kata kak Rosa dengan nada keibuannya.
     “ bulik,Apa kabar,bulik kapan pulang”
Aku tersenyum lebar pada dua keponakannku
     “dadah sama bulik,dadah..” kata kak Rosa sambil melambai-lambaikan tangan anaknya.
     Mana mungkin anak  berusia enam bulan tahu akan hal itu .tapi Ibunya masih tetap memegang tangan  anak nya itu,anak yang pertama mirip sekali dengan ibunya lebih atractive sedangkan anak kedua lebih pendiam dan lebih mirip dengan ayahnya.
“ bulik..bulik tahu nggak si putih kemarin melahirkan,tapi sayang anaknya nggak putih kayak ibunya,anaknya jelek,gara-gara ulah tetangga kucing sebelah,bulik si bilang dibiarin aja,jadinya kayaak gitu”
Kemudian ibunya mengambil alih operator kamerannya,sebenarnya anggun keponakkanku ingin sekali menunjukkan kucing yang yang katanya melahirkan anak kembar itu,kemudian suasana senyap,dan hanya terlihat warna hitam kejinggaan dari balik jendela.Aku tak begitu memperdulikan apa yang ada dibalik jendela itu,gadis itu perlahan menguap sambil menyerahkan webcam ketangan ibunya.
***

     Malam terang,bintang mengukir angkasa.masihkan jua bias wajahmu menari di sepanjang malam menjelang tidurku,ingin ku rengkuh kudekap dan ku gapai meski sedikit memaksa gerak langkahku,tapi bias itu perlahan menghilang hingga sulit ku rengkuh kembali.benar jiwaku telah terpasung dalam sukmamu,benar dan pembenaran memang harus dibenarkan.Rasakan derasnya jantungku menghujani setiap desah nafas yang kau rangkai di sepanjang malam,kau sebut aju selalu berimajinasi dan tak waras tapi memang kau lah penyebab hilangnya warasku.mungkin kah kau mau menua bersamaku dan menatap wajahku dari balik sang fajar yang mulai menyingsing hingga mentari yang mulai temaram,atau bahkan sampai Tuhan menyuruhku untuk kembali pada apa yang digariskan dan disebut sebuah kematian,jika kau mau anggaplah dirimu tak waras karena mencinta orang yang tak waras pula.Selamat tinggal kisah yang tak waras semoga mentari esok masih akan menjemputmu dengan sebuah kegembiraan baru .

Sabtu, 17 Mei 2014

Sayap-sayap patah

Diposting oleh Unknown di 20.14 0 komentar


Merasakan bagaimana Aku mendamba sebuah rumah kecil,tak kurang dan tak lebih, tempat ternyaman yang ingin ku singgahi pertama kali,tempat dimana bahagia dan sedih bermuara,andai cintaku ini penuh dengan keberanian tapi sayang aku tak mampu lakukan itu.
     Dan biarkan ini menjadi cinta cinta yang pasti ku alamatkan untukmu dan andai malam ini kau  merayu dan memeluku manja,andai !!..Aku tak pandai untuk berbicara padamu , lidahku begitu kelu dan  bibirku terkunci sangat rapat dan  sekali lagi aku katakan
 “ Aku tak mampu lakukan itu”
     Seketika rindu ku meminta haknya,karena benar hatiku telah di pasung di dalam ragamu, malam ini ku ingin kau  disampingku setidaknya di dalam mimpi, Jangan tanyakan mengapa aku hilang waras ketika mencintaimu Karena cinta tak perlu alasan bukan,meskipun hanya satu titik,?
     Dalam labirin aku masih mampu berdiri kokoh,berdiri atas satu nama yaitu cinta.
jamulah aku dengan senyummu itu,aku rasa itu sudah melibihi cukup bagiku.
Aku ingin masuk dirumah kecil itu dan bersemayam selama kau mengizikan.
Andai engkau dapat ku terjemahkan dalam sebuah arti,aku pasti memahamimu dan bagaimana rasamu untukku,setidaknya berilah pengakuan bahwa kita sama.
     Percayalah cinta ini tak akan berujung masa ,Aku adalah penikmat syair yang didalamnya berisi namamu.Untuk melengkapi hatiku yang kosong dan ruang ini tercipta untukmu,Aku mulai mengeja syair itu, dan seperti ini kata yang ku eja “ C’’ Itu adalah malam saat aku mulai mengagumimu hari kedua aku mengejanya lagi dan itu masih belum sempurnya “ I’’.Lalu aku baca setiap kata yang ku eja setiap hari dan berbunyi “CI’’.Dan lenyaplah kata itu, aku  belum mampu tahu apa maknanya karena  tak ada maknanya.
     Dua hari pertama saat purnama ,ku hela nafasku  dan wajahmu  tampak sempurna diantara  malam, hari berikutnya setelah purnama hampir berakhir dan riuhnya kelelawar jantan yang turun hampir di sepertiga malam  nyatanya masih belum mampu menemukan jawabannya Akankah kata itu hanya kata tanpa arti yang memang sengaja di kutip dari barisan kata yang tak syarat akan makna.
     Aku tersenyum di tengah gelap malam yang menyokong ragaku hampir tegak,ia kembali menggugah ku dengan kata yang nyaris lancar tanpa cacat Ia menuntunku mengeja “ N .T.A”Aku rangkai setiap ejaan,dan nyatanya ejaan itu lengkap tanpa cacat dan sudah syarat makna. Coba kau ucapkan begitu aku mengikutinya,namun sang purnama malah mengekek menertawakan kata yang  sudah ku temukan“ Ya Aku lah Penyair Gila,itulah  rasa yang kunikmati yaitu   C.I.N.T.A.Biarlah sang purnama mengekek diantara cinta dan pengharapan, tetapi takkan merubah bagaimana perasaanku padamu
     Aku masih terus berdiri kokoh disudut pengharapan ini ,meski didalamnya terdapat lara yag begitu mendalam.Selebihnya tanyakan pada hatimu Karena ku yakin kau pandai untuk menyimpulkan  sendiri.Dan katakan apa yang ingin kau katakan Dan bungkam jika kau tak ingin mengatakannya.
     Sungguh ini adalah kesalahan yang bahagia karena aku bisa mencintaimu dan tak pernah ada penyesalan yang tercipta yang ku rasa, selagi itu untuk mencintaimu.Sudah sejak awal aku mencintaimu dan tak perlu ada tanda tanyaAtau keraguan didalamnya cintaku tak perlu mata untuk melihatnya,karena mataku sudah ada tepat dihati.
     Perjumpaanku denganmu telah mematuk rindu pada langit hati,rindu yang pasti ku alamatkan dan ku tunjukkan untukmu,rindu yang memang kau adalah tuannya,perjumpaan yang tidak lebih dari dua detik lamanya,hanya percakapan singkat tanpa kecup.
“ Saya Fahri” kata lelaki itu memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya dengan sopan.
“ Saya Luna” Balasku pendek.
Aku mengulur tanganku dan mengatur jarak mundur dengannya tanganku berbenturan meskipun sedetik,sedetik yang mengetarkan jiwa dan raga.Garis wajahnya begitu rupawan,hidungnya mencuat  kokoh,matanya menawan dan alisnya sangat lebat ,Tulang-tulangnya begitu tegas dengan otot-otot yang menyembul pada bagian dadanya.
“ kalau ada bantuan,hubungi saya” katanya,sambil memberikan kertas berisi nomor handphone
     Percakapan yang berlalu begitu cepat.Saat itulah aku begitu  mendambanmu,semoga dambaku bukan damba yang semu semoga bukan sesuatu yang aneh untuk hatiku yang dapat bergetar walau beberapa detik bertemu.. Kukirim surat atas nama cinta saat sebagai tanda perkenalan.
waktu takkan mampu memupus cinta ,
Cinta yang tak kan pudar meski seribu dengki dan benci
Laksana lembayung menjaga senja
Dengan keindahan yang terlahir dari kuasaNya
Sudah cukup ringkas syair ini,
terimakasih hati ajari cinta ini ..

ɚɚɚ
Aku menunggu balasanmu,setidaknya katakan sebagai ungkapan perkenalan,bukan karena cinta ini mengaharap pamrih tapi setidaknya berikan penjelasan atas rasamu,tapi mengapa kau asyik dengan kebisuanmu dan nyaris tak perdulikan apa yang semestinya kau perdulikan.setidaknya berikan bisik itu karena aku menunggumu,kau adalah lelaki pertama yang mampu membuncahkan getarnya cinta sampai ke ubun-ubunku.
            Tiba dihari akhir keberangkatanku,turut kubawa  serta rindu dan cinta yang tak pernah terbalas
Honore de Balzac
.Cobalah renungkan setiap kata yang terlahir didalamnya,bahwa cinta itu akan selalu abadi,benar kan?            Seperti itulah cintaku untukmu
“ Baiklah,kalau harus melupakan” kataku dengan suara tercekat,mengatur setiap desah nafas yang tak beraturan.
Tiba-tiba saja aku menginggat perkenalan itu ,perkenalan yang seharusnya aku lupakan celana blue denim,dan kemeja hitamnya yang ia kenakan saat kita berkenalan ,dia terlihat begitu fashionable ,begitu bodohnya  aku dengan cepat melepaskan setiap inchi tangan yang menempel pada tanganku dan memalingkan mukaku karena tak sanggup untuk menikmati maha karya yang sangat luar biasa,aku tak mungkin menikmati keindahan itu terlalu lama karena keindahan itu akan merusak susunan syarafku dan nantinya aku akan terserang virus yang obatnya sulit untuk dicari atau karena aku yang sudah begitu kebal dengan virus jatuh cinta.Tak mungkin aku menepis pesonanya yang begitu mengahanyutkan.

ɚɚɚ
Setahun setelah kujelajahi waktu  ,mengusir hati yang terlanjur sudah membeku,jika matahari dapat merengkuhmu,aku ingin meminta agar Ia mencair kan hatimu.karena bagiku memilikimu didalam setiap hari-hari ku  sungguh begitu berarti untukku.
Seketika matahari lenyap dibatas senja membawa seluruh harapanku,Tapi segala sesuatu tak bisa ku  tawan untuk sekedar bertahan dan mejawab pertanyaanku sebelum aku pergi
Namun kau selalu saja menolak untuk menjawab setiap inchi pertanyaanku  dan selalu menganggap segala yang ada didalam diriku kurang dan aku lah yang mendekap luka dan menikmati luka dan kekosongan hati yang tak kunjung usai.
Kau hanya pemberi harapan yang menyimpan luka didalamnya,haruskah kujelaskan lagi seberapa setiap inchi cintaku untukmu,tak ada batasan inchi untukmu karena cintaku tak bisa untuk diukur dalam inchi dan ukuran lainnya.
Waktu takkan pernah bisa ditangkap meskipun sudah terperangkap,dan mengisahkan suatu kesedihan didalamnya,dan mengapa kesedihan itu terasa sangat lama sampai bahkan menetaap dan berkerak di hati.
Apakah mungkin hanya kebahagiaan yang dapat mengusir  kesedihan,lalu bagaimana denganku karena kebahagiaan hati hanya ada pada dia,dia cinta pertama untukku.
“ Apakah kau pernah merasakan cinta pada pandangan pertama”
Ah tentu aku tak mungkin mengatakan itu padanya,kalau aku mengucapkannya paling tidak sudah ku gembok mulut ini sampai tidak bisa berbicara.Begitu seterusnya dimalam yang sama dalam setiap inchi hatiku pasti ada sesuatu yang kupendam dalam diam,apakah kau mau tahu?
Jika Iya,jawabanya adalah aku cinta kamu,apakah kau dapat mengerti apa yang kurasa?
aku berharap kau mengerti bagaimana rasa itu,langkahku begitu gontai rasanya ingin menghampirimu dan ingin merebahakan rinduku dan cintaku hanya untuk hatimu,sekiranya aku ingin menjagamu dalam setiap waktu yang ku punya.
ɚɚɚ
     Matahari telah berlabuh sejak lima jam yang lalu,tetapi  masih membawa rindu yang kualamatkan untukmu,begitulah wajahmu yang mengalirkan rindu yang teramat deras dihatiku,aku tak ingin melewatkan sedetik saja wajahmu.Sekiranya pantaskah aku membawa ucapan selamat malam  beserta nyanyian nina bobo untuk menjaga malammu atau sekedar mengucap rindu karena seharian tak ada kabar darimu.semoga rindu yang ku tunjukkan untukmu tak kurang dan tak lebih sampai padamu.
     “ Jaga hatimu”...
Begitu ucapku disela setiap wirid yang ku ucap,begitupun aku yang selalu menjaga hatiku untuk satu nama yaitu cinta,setiaku yang selalu dijaga oleh degup jantungku yang berdegup seperti rudal ketika mengucap namamu
     “ Bolehkah aku bersandar dihatimu”
Sebuah tanya dalam mimpi,bukalah kedua tanganmu dan biarkan ia tanpa keraguan didalamnya.begitupun aku yang tak ragu untuk memilihmu,andai engkau dapat menjadi pacarku aku akan berjanji untuk setia demi nama cinta.
     Malam ini aku tak bisa tertidur karena aku berimajinasi tentangmu dan selalu ada kamu dalam setiap malamku,memuntahkan seribu tanya bagaimana kau malam ini?
Seandainya benar cintamu memang tercipta untukku,tolong berikan senyuman termanismu untukku,agar aku tak perlu berimajinasi dan memantabkan hati bahwa cinta ini pasti adanya.
Aku tahu dan sangat memahaminya bahwa hari ini dan seterusnya aku masih mencintaimu,percayalah tak ada lelaki lain yang ku pilih selain kau.
“Selamat malam”
Itu saja yang ingin ku ucap bermimpilah semoga ada aku didalam mimpimu dan kau menyadari bahwa aku sangat mencintaimu.

 

cerpen dan puisi Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review