Sabtu, 17 Mei 2014

Sayap-sayap patah

Diposting oleh Unknown di 20.14 0 komentar


Merasakan bagaimana Aku mendamba sebuah rumah kecil,tak kurang dan tak lebih, tempat ternyaman yang ingin ku singgahi pertama kali,tempat dimana bahagia dan sedih bermuara,andai cintaku ini penuh dengan keberanian tapi sayang aku tak mampu lakukan itu.
     Dan biarkan ini menjadi cinta cinta yang pasti ku alamatkan untukmu dan andai malam ini kau  merayu dan memeluku manja,andai !!..Aku tak pandai untuk berbicara padamu , lidahku begitu kelu dan  bibirku terkunci sangat rapat dan  sekali lagi aku katakan
 “ Aku tak mampu lakukan itu”
     Seketika rindu ku meminta haknya,karena benar hatiku telah di pasung di dalam ragamu, malam ini ku ingin kau  disampingku setidaknya di dalam mimpi, Jangan tanyakan mengapa aku hilang waras ketika mencintaimu Karena cinta tak perlu alasan bukan,meskipun hanya satu titik,?
     Dalam labirin aku masih mampu berdiri kokoh,berdiri atas satu nama yaitu cinta.
jamulah aku dengan senyummu itu,aku rasa itu sudah melibihi cukup bagiku.
Aku ingin masuk dirumah kecil itu dan bersemayam selama kau mengizikan.
Andai engkau dapat ku terjemahkan dalam sebuah arti,aku pasti memahamimu dan bagaimana rasamu untukku,setidaknya berilah pengakuan bahwa kita sama.
     Percayalah cinta ini tak akan berujung masa ,Aku adalah penikmat syair yang didalamnya berisi namamu.Untuk melengkapi hatiku yang kosong dan ruang ini tercipta untukmu,Aku mulai mengeja syair itu, dan seperti ini kata yang ku eja “ C’’ Itu adalah malam saat aku mulai mengagumimu hari kedua aku mengejanya lagi dan itu masih belum sempurnya “ I’’.Lalu aku baca setiap kata yang ku eja setiap hari dan berbunyi “CI’’.Dan lenyaplah kata itu, aku  belum mampu tahu apa maknanya karena  tak ada maknanya.
     Dua hari pertama saat purnama ,ku hela nafasku  dan wajahmu  tampak sempurna diantara  malam, hari berikutnya setelah purnama hampir berakhir dan riuhnya kelelawar jantan yang turun hampir di sepertiga malam  nyatanya masih belum mampu menemukan jawabannya Akankah kata itu hanya kata tanpa arti yang memang sengaja di kutip dari barisan kata yang tak syarat akan makna.
     Aku tersenyum di tengah gelap malam yang menyokong ragaku hampir tegak,ia kembali menggugah ku dengan kata yang nyaris lancar tanpa cacat Ia menuntunku mengeja “ N .T.A”Aku rangkai setiap ejaan,dan nyatanya ejaan itu lengkap tanpa cacat dan sudah syarat makna. Coba kau ucapkan begitu aku mengikutinya,namun sang purnama malah mengekek menertawakan kata yang  sudah ku temukan“ Ya Aku lah Penyair Gila,itulah  rasa yang kunikmati yaitu   C.I.N.T.A.Biarlah sang purnama mengekek diantara cinta dan pengharapan, tetapi takkan merubah bagaimana perasaanku padamu
     Aku masih terus berdiri kokoh disudut pengharapan ini ,meski didalamnya terdapat lara yag begitu mendalam.Selebihnya tanyakan pada hatimu Karena ku yakin kau pandai untuk menyimpulkan  sendiri.Dan katakan apa yang ingin kau katakan Dan bungkam jika kau tak ingin mengatakannya.
     Sungguh ini adalah kesalahan yang bahagia karena aku bisa mencintaimu dan tak pernah ada penyesalan yang tercipta yang ku rasa, selagi itu untuk mencintaimu.Sudah sejak awal aku mencintaimu dan tak perlu ada tanda tanyaAtau keraguan didalamnya cintaku tak perlu mata untuk melihatnya,karena mataku sudah ada tepat dihati.
     Perjumpaanku denganmu telah mematuk rindu pada langit hati,rindu yang pasti ku alamatkan dan ku tunjukkan untukmu,rindu yang memang kau adalah tuannya,perjumpaan yang tidak lebih dari dua detik lamanya,hanya percakapan singkat tanpa kecup.
“ Saya Fahri” kata lelaki itu memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya dengan sopan.
“ Saya Luna” Balasku pendek.
Aku mengulur tanganku dan mengatur jarak mundur dengannya tanganku berbenturan meskipun sedetik,sedetik yang mengetarkan jiwa dan raga.Garis wajahnya begitu rupawan,hidungnya mencuat  kokoh,matanya menawan dan alisnya sangat lebat ,Tulang-tulangnya begitu tegas dengan otot-otot yang menyembul pada bagian dadanya.
“ kalau ada bantuan,hubungi saya” katanya,sambil memberikan kertas berisi nomor handphone
     Percakapan yang berlalu begitu cepat.Saat itulah aku begitu  mendambanmu,semoga dambaku bukan damba yang semu semoga bukan sesuatu yang aneh untuk hatiku yang dapat bergetar walau beberapa detik bertemu.. Kukirim surat atas nama cinta saat sebagai tanda perkenalan.
waktu takkan mampu memupus cinta ,
Cinta yang tak kan pudar meski seribu dengki dan benci
Laksana lembayung menjaga senja
Dengan keindahan yang terlahir dari kuasaNya
Sudah cukup ringkas syair ini,
terimakasih hati ajari cinta ini ..

ɚɚɚ
Aku menunggu balasanmu,setidaknya katakan sebagai ungkapan perkenalan,bukan karena cinta ini mengaharap pamrih tapi setidaknya berikan penjelasan atas rasamu,tapi mengapa kau asyik dengan kebisuanmu dan nyaris tak perdulikan apa yang semestinya kau perdulikan.setidaknya berikan bisik itu karena aku menunggumu,kau adalah lelaki pertama yang mampu membuncahkan getarnya cinta sampai ke ubun-ubunku.
            Tiba dihari akhir keberangkatanku,turut kubawa  serta rindu dan cinta yang tak pernah terbalas
Honore de Balzac
.Cobalah renungkan setiap kata yang terlahir didalamnya,bahwa cinta itu akan selalu abadi,benar kan?            Seperti itulah cintaku untukmu
“ Baiklah,kalau harus melupakan” kataku dengan suara tercekat,mengatur setiap desah nafas yang tak beraturan.
Tiba-tiba saja aku menginggat perkenalan itu ,perkenalan yang seharusnya aku lupakan celana blue denim,dan kemeja hitamnya yang ia kenakan saat kita berkenalan ,dia terlihat begitu fashionable ,begitu bodohnya  aku dengan cepat melepaskan setiap inchi tangan yang menempel pada tanganku dan memalingkan mukaku karena tak sanggup untuk menikmati maha karya yang sangat luar biasa,aku tak mungkin menikmati keindahan itu terlalu lama karena keindahan itu akan merusak susunan syarafku dan nantinya aku akan terserang virus yang obatnya sulit untuk dicari atau karena aku yang sudah begitu kebal dengan virus jatuh cinta.Tak mungkin aku menepis pesonanya yang begitu mengahanyutkan.

ɚɚɚ
Setahun setelah kujelajahi waktu  ,mengusir hati yang terlanjur sudah membeku,jika matahari dapat merengkuhmu,aku ingin meminta agar Ia mencair kan hatimu.karena bagiku memilikimu didalam setiap hari-hari ku  sungguh begitu berarti untukku.
Seketika matahari lenyap dibatas senja membawa seluruh harapanku,Tapi segala sesuatu tak bisa ku  tawan untuk sekedar bertahan dan mejawab pertanyaanku sebelum aku pergi
Namun kau selalu saja menolak untuk menjawab setiap inchi pertanyaanku  dan selalu menganggap segala yang ada didalam diriku kurang dan aku lah yang mendekap luka dan menikmati luka dan kekosongan hati yang tak kunjung usai.
Kau hanya pemberi harapan yang menyimpan luka didalamnya,haruskah kujelaskan lagi seberapa setiap inchi cintaku untukmu,tak ada batasan inchi untukmu karena cintaku tak bisa untuk diukur dalam inchi dan ukuran lainnya.
Waktu takkan pernah bisa ditangkap meskipun sudah terperangkap,dan mengisahkan suatu kesedihan didalamnya,dan mengapa kesedihan itu terasa sangat lama sampai bahkan menetaap dan berkerak di hati.
Apakah mungkin hanya kebahagiaan yang dapat mengusir  kesedihan,lalu bagaimana denganku karena kebahagiaan hati hanya ada pada dia,dia cinta pertama untukku.
“ Apakah kau pernah merasakan cinta pada pandangan pertama”
Ah tentu aku tak mungkin mengatakan itu padanya,kalau aku mengucapkannya paling tidak sudah ku gembok mulut ini sampai tidak bisa berbicara.Begitu seterusnya dimalam yang sama dalam setiap inchi hatiku pasti ada sesuatu yang kupendam dalam diam,apakah kau mau tahu?
Jika Iya,jawabanya adalah aku cinta kamu,apakah kau dapat mengerti apa yang kurasa?
aku berharap kau mengerti bagaimana rasa itu,langkahku begitu gontai rasanya ingin menghampirimu dan ingin merebahakan rinduku dan cintaku hanya untuk hatimu,sekiranya aku ingin menjagamu dalam setiap waktu yang ku punya.
ɚɚɚ
     Matahari telah berlabuh sejak lima jam yang lalu,tetapi  masih membawa rindu yang kualamatkan untukmu,begitulah wajahmu yang mengalirkan rindu yang teramat deras dihatiku,aku tak ingin melewatkan sedetik saja wajahmu.Sekiranya pantaskah aku membawa ucapan selamat malam  beserta nyanyian nina bobo untuk menjaga malammu atau sekedar mengucap rindu karena seharian tak ada kabar darimu.semoga rindu yang ku tunjukkan untukmu tak kurang dan tak lebih sampai padamu.
     “ Jaga hatimu”...
Begitu ucapku disela setiap wirid yang ku ucap,begitupun aku yang selalu menjaga hatiku untuk satu nama yaitu cinta,setiaku yang selalu dijaga oleh degup jantungku yang berdegup seperti rudal ketika mengucap namamu
     “ Bolehkah aku bersandar dihatimu”
Sebuah tanya dalam mimpi,bukalah kedua tanganmu dan biarkan ia tanpa keraguan didalamnya.begitupun aku yang tak ragu untuk memilihmu,andai engkau dapat menjadi pacarku aku akan berjanji untuk setia demi nama cinta.
     Malam ini aku tak bisa tertidur karena aku berimajinasi tentangmu dan selalu ada kamu dalam setiap malamku,memuntahkan seribu tanya bagaimana kau malam ini?
Seandainya benar cintamu memang tercipta untukku,tolong berikan senyuman termanismu untukku,agar aku tak perlu berimajinasi dan memantabkan hati bahwa cinta ini pasti adanya.
Aku tahu dan sangat memahaminya bahwa hari ini dan seterusnya aku masih mencintaimu,percayalah tak ada lelaki lain yang ku pilih selain kau.
“Selamat malam”
Itu saja yang ingin ku ucap bermimpilah semoga ada aku didalam mimpimu dan kau menyadari bahwa aku sangat mencintaimu.

Kamis, 15 Mei 2014

Bagaimana Hari ini?

Diposting oleh Unknown di 17.44 0 komentar
masih tentang hujan,hjan telah menyelusup pada pori-pori dan mengalir menjadi darah dan rindu,
rindu yang bertuan dan telah bertahta sejak kali pertama,rindu yang menjadi radang dan menyesakkan dada.rindu yang telah mematung di dinding hati, rindu yang pasti ku alamatkan untukmu,

Minggu, 11 Mei 2014

Bagaimana Hari Ini

Diposting oleh Unknown di 21.50 0 komentar
Hujan Senin 12 Mei 2014

Bagaimana hari ini,masih sama.menanti sesuatu yang tidak pasti dalam hidupmu
dan membuang-buang waktumu untuk seperti itu.lalu harusnya bagaimana hidupmu tak memperdulikan dan pergi dari sesuatu yang akan mergikanmu.sepertinya itu yang paling tepat untuk hidupmu,
 sangat tepat sekali.....
" Sini deh kita dibawah hujan dan kita bergandengan tangan" kata lelaki itu dengan mendongkak kepalanya
" untuk apa?"
" untuk mengehentikannya dan menyulap setiap butiran air hujan ini menjadi sebuah cinta"
" hentikan aku malu"
Aku melepaskan gengaman tangannya dan membiarkannya berdrama di bawah hujan

bersambung




jujur saja

Diposting oleh Unknown di 02.10 0 komentar


Setidaknya seperti itu untuk menginggatkan aku tentangmu,kau yang sudah lebih dulu mati bersama kepergianmu dua tahun yang lalu.tentu kepergianmu bersama dia disebuah kebebabasan atas sebuah pengekangan cinta yang selama ini aku lakukan,tanyakan saja pada dirimu sendiri bagaimana rasanya bahagia diatas sebuah penderitaan,tanyakan saja dan selebihnya silahkan kau simpulkan saja sendiri.Jangan salahkan Aku karena kau yang memulai,apakah harus ku rubah cara pandangku tentangmu apakah aku harus menganggapmu selalu baik padahal nyatanya kau tak seperti itu.Aku lelah untuk beradu akting setiap Aku dan kau jalan berdua tanpa ada dia dan dia yang lain,Aku lelah berakting Aku baik-baik saja padahal kenyataannya Aku sangat terluka.
Setidaknya bukalah mata dan hatimu aku lah yang pantas untuk bersandingdenganmu,atau paling tidak berpura-puralah masih mencintaiku  agar aku lega walaupun sebenarnya kau hanya berpura-pura.kalau kau tanyakan padaku apa artinya sebuah rindu apakah harus ku kisahkan rindu ini dalam sebuah film agar kau tertarik melihatnya dan kau akan menyadarinya setelah film itu berakhir.Jujur aku malas apalagi harus menjadi sutradara film ku sendiri,Aku sangat membencinya..
“pejamkan matamu,berikan tanganmu sini”
“ Kenpa mau kau apakan,tanganku”
“ Aku mau ngasih sesuatu di jarimu,sudah kau pejamkan saja”
Cincin itu,ah tak semestinya aku menginggat sesuatu yang sudah ku buang,Aku memang sengaja membuangnya agar aku tak melihat wajahmu dalam cincin itu,karena kau akan menganggu konsentrasi dan tidur lelapku.setidaknya dengan membuang cincin pemberianmu aku jadi sedikit lega tak ada lagi yang aku khawatirkan tentang mu.tapi ternyata semua salah aku masih rela memikirkanmu dan menjaga mu dengan wanita yang saat ini kau sanding,dan aku adalah penikmat atas kebahagiaan yang saat ini kau rasa.begitulah caramu membalas cinta yang ku beri sampai kau tega tak meniliki ke arahku saat kepergianmu. Apakah wajahku tak cukup Ayu untuk kau pandang,atau tanganku tak cukup halus untuk menyeka air matamu.
Apakah tak ada ruang dihatimu lagi untuk menempatkanku meskipun aku menjadi yang kedua,ketiga a

Di Senja itu  belum tuntas saat percakapanmu dengan ku,mengapa kau sekarang pandai berakting  dan menjadikan sesuatu yang kau punya dan meniadakannya,kau bilang kau tak punya kekasih dan kau bilang dengan yang lain berbeda,haruskah hidupmu selalu dipenuhi dengan sebuah kebohongan dan sandiwara.Betapa lelahnya hidupmu, kau sendiri yang membuat hidupmu menjadi sangat mengenaskan,dan aku mengasihani kekasihmu.
Atau kau anggap pacarmu itu tak begitu istimewa,lalu mengapa kau memilihnya,ataukah kau hanya menjaadikannya sebuah alasan untuk pergi dari kehidupannku.Entahlah aku tak tahu.
tau seterusnya.
jujur saya apa maumu 

Sabtu, 10 Mei 2014

Puaskan Saja

Diposting oleh Unknown di 20.01 0 komentar


Bolehkah ku tanya dimana hatimu?atau jangan-jangan kau tak punya hati?
Mungkin memang tepat kau tak punya hati,ya seperti itu kiranya dirimu,kau dan pacarmu
memang sama-sama tak berhati.
Pacarmu merebutmu dariku dan kau juga merebut aku kembali,kau bilang aku dibelikan cincin tapi apa gunanya cincin bila cincin yang ku pakai juga melekat dijari pacarmu.Bolehkah aku tertawa sampai aku benaar-benar mati  dan aku puas menertawakan kebodohanmu.
Silahkan saja saling tikam,saling tikung,dan saling jotos perasaan ,kau ini masih figuran dalam sandiwara dan aku  adalah sutradaranya aku tentu lebih pandai bagaimana cara menghindar darimu,silahkan lakukan saja.
Dan pacarmu akan tahu bagaimana rasanya di tikam.
 

cerpen dan puisi Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review