Merasakan
bagaimana Aku mendamba sebuah rumah kecil,tak kurang dan tak lebih, tempat
ternyaman yang ingin ku singgahi pertama kali,tempat dimana bahagia dan sedih
bermuara,andai cintaku ini penuh dengan keberanian tapi sayang aku tak mampu
lakukan itu.
Dan biarkan ini menjadi cinta cinta yang
pasti ku alamatkan untukmu dan andai malam ini kau merayu dan memeluku manja,andai !!..Aku tak
pandai untuk berbicara padamu , lidahku begitu kelu dan bibirku terkunci sangat rapat dan sekali lagi aku katakan
“ Aku tak mampu lakukan itu”
Seketika rindu ku meminta haknya,karena
benar hatiku telah di pasung di dalam ragamu, malam ini ku ingin kau disampingku setidaknya di dalam mimpi, Jangan
tanyakan mengapa aku hilang waras ketika mencintaimu Karena cinta tak perlu
alasan bukan,meskipun hanya satu titik,?
Dalam labirin aku masih mampu berdiri
kokoh,berdiri atas satu nama yaitu cinta.
jamulah
aku dengan senyummu itu,aku rasa itu sudah melibihi cukup bagiku.
Aku
ingin masuk dirumah kecil itu dan bersemayam selama kau mengizikan.
Andai
engkau dapat ku terjemahkan dalam sebuah arti,aku pasti memahamimu dan
bagaimana rasamu untukku,setidaknya berilah pengakuan bahwa kita sama.
Percayalah cinta ini tak akan berujung masa
,Aku adalah penikmat syair yang didalamnya berisi namamu.Untuk melengkapi
hatiku yang kosong dan ruang ini tercipta untukmu,Aku mulai mengeja syair itu, dan
seperti ini kata yang ku eja “ C’’ Itu adalah malam saat aku mulai mengagumimu
hari kedua aku mengejanya lagi dan itu masih belum sempurnya “ I’’.Lalu aku
baca setiap kata yang ku eja setiap hari dan berbunyi “CI’’.Dan lenyaplah kata
itu, aku belum mampu tahu apa maknanya
karena tak ada maknanya.
Dua hari pertama saat purnama ,ku hela
nafasku dan wajahmu tampak sempurna diantara malam, hari berikutnya setelah purnama hampir
berakhir dan riuhnya kelelawar jantan yang turun hampir di sepertiga malam nyatanya masih belum mampu menemukan
jawabannya Akankah kata itu hanya kata tanpa arti yang memang sengaja di kutip
dari barisan kata yang tak syarat akan makna.
Aku tersenyum di tengah gelap malam yang
menyokong ragaku hampir tegak,ia kembali menggugah ku dengan kata yang nyaris
lancar tanpa cacat Ia menuntunku mengeja “ N .T.A”Aku rangkai setiap ejaan,dan
nyatanya ejaan itu lengkap tanpa cacat dan sudah syarat makna. Coba kau ucapkan
begitu aku mengikutinya,namun sang purnama malah mengekek menertawakan kata
yang sudah ku temukan“ Ya Aku lah
Penyair Gila,itulah rasa yang kunikmati
yaitu C.I.N.T.A.Biarlah sang purnama
mengekek diantara cinta dan pengharapan, tetapi takkan merubah bagaimana
perasaanku padamu
Aku masih terus berdiri kokoh disudut
pengharapan ini ,meski didalamnya terdapat lara yag begitu mendalam.Selebihnya
tanyakan pada hatimu Karena ku yakin kau pandai untuk menyimpulkan sendiri.Dan katakan apa yang ingin kau katakan
Dan bungkam jika kau tak ingin mengatakannya.
Sungguh ini adalah kesalahan yang bahagia
karena aku bisa mencintaimu dan tak pernah ada penyesalan yang tercipta yang ku
rasa, selagi itu untuk mencintaimu.Sudah sejak awal aku mencintaimu dan tak
perlu ada tanda tanyaAtau keraguan didalamnya cintaku tak perlu mata untuk
melihatnya,karena mataku sudah ada tepat dihati.
Perjumpaanku denganmu telah mematuk rindu
pada langit hati,rindu yang pasti ku alamatkan dan ku tunjukkan untukmu,rindu
yang memang kau adalah tuannya,perjumpaan yang tidak lebih dari dua detik lamanya,hanya
percakapan singkat tanpa kecup.
“
Saya Fahri” kata lelaki itu memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya
dengan sopan.
“
Saya Luna” Balasku pendek.
Aku
mengulur tanganku dan mengatur jarak mundur dengannya tanganku berbenturan
meskipun sedetik,sedetik yang mengetarkan jiwa dan raga.Garis wajahnya begitu
rupawan,hidungnya mencuat kokoh,matanya
menawan dan alisnya sangat lebat ,Tulang-tulangnya begitu tegas dengan
otot-otot yang menyembul pada bagian dadanya.
“
kalau ada bantuan,hubungi saya” katanya,sambil memberikan kertas berisi nomor
handphone
Percakapan yang berlalu begitu cepat.Saat
itulah aku begitu mendambanmu,semoga
dambaku bukan damba yang semu semoga bukan sesuatu yang aneh untuk hatiku yang
dapat bergetar walau beberapa detik bertemu.. Kukirim surat atas nama cinta
saat sebagai tanda perkenalan.
waktu takkan mampu memupus cinta ,
Cinta yang tak kan pudar meski
seribu dengki dan benci
Laksana lembayung menjaga senja
Dengan keindahan yang terlahir dari
kuasaNya
Sudah cukup ringkas syair ini,
terimakasih hati ajari cinta ini ..
ɚɚɚ
Aku
menunggu balasanmu,setidaknya katakan sebagai ungkapan perkenalan,bukan karena
cinta ini mengaharap pamrih tapi setidaknya berikan penjelasan atas rasamu,tapi
mengapa kau asyik dengan kebisuanmu dan nyaris tak perdulikan apa yang
semestinya kau perdulikan.setidaknya berikan bisik itu karena aku menunggumu,kau
adalah lelaki pertama yang mampu membuncahkan getarnya cinta sampai ke
ubun-ubunku.
Tiba dihari akhir keberangkatanku,turut kubawa serta rindu dan cinta yang tak pernah terbalas
Honore de Balzac
.Cobalah
renungkan setiap kata yang terlahir didalamnya,bahwa cinta itu akan selalu
abadi,benar kan? Seperti itulah
cintaku untukmu
“
Baiklah,kalau harus melupakan” kataku dengan suara tercekat,mengatur setiap
desah nafas yang tak beraturan.
Tiba-tiba
saja aku menginggat perkenalan itu ,perkenalan yang seharusnya aku lupakan
celana blue denim,dan kemeja hitamnya yang ia kenakan saat kita berkenalan ,dia
terlihat begitu fashionable ,begitu bodohnya aku dengan cepat melepaskan setiap inchi
tangan yang menempel pada tanganku dan memalingkan mukaku karena tak sanggup
untuk menikmati maha karya yang sangat luar biasa,aku tak mungkin menikmati
keindahan itu terlalu lama karena keindahan itu akan merusak susunan syarafku
dan nantinya aku akan terserang virus yang obatnya sulit untuk dicari atau
karena aku yang sudah begitu kebal dengan virus jatuh cinta.Tak mungkin aku
menepis pesonanya yang begitu mengahanyutkan.
ɚɚɚ
Setahun
setelah kujelajahi waktu ,mengusir hati
yang terlanjur sudah membeku,jika matahari dapat merengkuhmu,aku ingin meminta
agar Ia mencair kan hatimu.karena bagiku memilikimu didalam setiap hari-hari
ku sungguh begitu berarti untukku.
Seketika matahari
lenyap dibatas senja membawa seluruh harapanku,Tapi segala sesuatu tak bisa
ku tawan untuk sekedar bertahan dan mejawab
pertanyaanku sebelum aku pergi
Namun kau selalu saja
menolak untuk menjawab setiap inchi pertanyaanku dan selalu menganggap segala yang ada didalam
diriku kurang dan aku lah yang mendekap luka dan menikmati luka dan kekosongan
hati yang tak kunjung usai.
Kau hanya pemberi
harapan yang menyimpan luka didalamnya,haruskah kujelaskan lagi seberapa setiap
inchi cintaku untukmu,tak ada batasan inchi untukmu karena cintaku tak bisa
untuk diukur dalam inchi dan ukuran lainnya.
Waktu takkan pernah
bisa ditangkap meskipun sudah terperangkap,dan mengisahkan suatu kesedihan
didalamnya,dan mengapa kesedihan itu terasa sangat lama sampai bahkan menetaap
dan berkerak di hati.
Apakah mungkin hanya
kebahagiaan yang dapat mengusir
kesedihan,lalu bagaimana denganku karena kebahagiaan hati hanya ada pada
dia,dia cinta pertama untukku.
“ Apakah kau pernah
merasakan cinta pada pandangan pertama”
Ah tentu aku tak
mungkin mengatakan itu padanya,kalau aku mengucapkannya paling tidak sudah ku
gembok mulut ini sampai tidak bisa berbicara.Begitu seterusnya dimalam yang
sama dalam setiap inchi hatiku pasti ada sesuatu yang kupendam dalam
diam,apakah kau mau tahu?
Jika Iya,jawabanya
adalah aku cinta kamu,apakah kau dapat mengerti apa yang kurasa?
aku berharap kau
mengerti bagaimana rasa itu,langkahku begitu gontai rasanya ingin menghampirimu
dan ingin merebahakan rinduku dan cintaku hanya untuk hatimu,sekiranya aku
ingin menjagamu dalam setiap waktu yang ku punya.
ɚɚɚ
Matahari telah berlabuh sejak lima jam yang
lalu,tetapi masih membawa rindu yang
kualamatkan untukmu,begitulah wajahmu yang mengalirkan rindu yang teramat deras
dihatiku,aku tak ingin melewatkan sedetik saja wajahmu.Sekiranya pantaskah aku
membawa ucapan selamat malam beserta
nyanyian nina bobo untuk menjaga malammu atau sekedar mengucap rindu karena
seharian tak ada kabar darimu.semoga rindu yang ku tunjukkan untukmu tak kurang
dan tak lebih sampai padamu.
“ Jaga hatimu”...
Begitu
ucapku disela setiap wirid yang ku ucap,begitupun aku yang selalu menjaga hatiku
untuk satu nama yaitu cinta,setiaku yang selalu dijaga oleh degup jantungku
yang berdegup seperti rudal ketika mengucap namamu
“ Bolehkah aku bersandar dihatimu”
Sebuah
tanya dalam mimpi,bukalah kedua tanganmu dan biarkan ia tanpa keraguan
didalamnya.begitupun aku yang tak ragu untuk memilihmu,andai engkau dapat
menjadi pacarku aku akan berjanji untuk setia demi nama cinta.
Malam ini aku tak bisa tertidur karena aku
berimajinasi tentangmu dan selalu ada kamu dalam setiap malamku,memuntahkan
seribu tanya bagaimana kau malam ini?
Seandainya
benar cintamu memang tercipta untukku,tolong berikan senyuman termanismu
untukku,agar aku tak perlu berimajinasi dan memantabkan hati bahwa cinta ini
pasti adanya.
Aku
tahu dan sangat memahaminya bahwa hari ini dan seterusnya aku masih
mencintaimu,percayalah tak ada lelaki lain yang ku pilih selain kau.
“Selamat
malam”
Itu
saja yang ingin ku ucap bermimpilah semoga ada aku didalam mimpimu dan kau
menyadari bahwa aku sangat mencintaimu.

0 komentar:
Posting Komentar