Sabtu, 10 Mei 2014

Diposting oleh Unknown di 03.39
Entah kau anggap ku apa,mungkin kah aku ini hanya penyedia semua nikmat yang ada
penyedia rasa haus kasih sayangmu atas kekasihmu.

" kau bahagia aku juga bahagia" 

semudah itukah suatu prinsip, atau harus ku jelaskan bagaimana rasanya lelah hatiku akan ulahmu.
ataukah harus ku bongkar semua rasa agar kau juga memahaminya bahwa aku lelah berpura-pura aku baik-baiik saja.

"aku belikan cincin ya,tapi namamu saja yang tertulis dalam cincin itu"

" apa gunanya sebuah cincin,hanya akan membuat tidurku malah semakin tak nyenyak,karena setiap aku memandang cincin itu tak ubahnya aku melihat wajahmu,sudah lupakan saja penawaranmu"

" tak usah berpura-pura menolak,kau pasti sebenarnya mau kubelikan kan"

" sudah ku bilang tak perlu,karena ku takut masa lalu akan terulang lagi"

" ya sudah lah "

apa gunanya aku disisimu sedaangkan hatimu masih asik dengan yang lain,apa gunanya kau menceritakan keburukan kekasihmu didepanku jika kau tak mau meninggalkannya,apakah maksudmu menganggap pacarmu sebagai teman dan setelah kau dapatkan aku kembali kau juga akan bercerita yang lain untuk orang yang berbeda. dan apalah arti cincin bila hanya tertulis namaku saja,jika di depanmu haruskah aku berakting sebagai wanita yang kuat dan tegar dan seolah tak terjadi apa pun,
haruskah aku memainkan drama yang nantinya akan mencekik hatiku sendiri,kau tak ubahnya seperti bisa perlahan kau lilit aku setelah itu kau tikam dan kau habiskan darahku hingga aku mati.

" kalau sudah tak ada harapan mestinya kita tak seperti ini,ini hanya akan memperburuk keadaan dan membuat pacarmu malah terbakar api cemburu" begitu kataku

" sudah ku kaatakan,aku tak punya kekasih" dia berusaha mengelak tuduhanku

" kalau begitu kenapa kita tidak mengulang semuanya dari awal lagi,aku rindu dirimu yang dulu"

" karena aku tau bagaimana rasanya sakit,lebih baik kita seperti ini menghabiskan masa tua tanpa ikatan"

" kau ini sudah tidak waras"

" asalkan kau masih mau denganku itu tak masalah"

"apa maksudmu?"


Aku lelah dengan semua ini,untuk apa aku bertahan dan menahan sia-sia kekuatannku  dan menahan sesuatu yang sangat menyakitkan,berlebihan memang tapi begitu adanya.mempertahankan sesuatu yang tak pantas untuk di pertahankan




0 komentar:

Posting Komentar

 

cerpen dan puisi Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review