Aku yang selama ini hanya bisa menguntit hari-harimu dari balik dinding facebookmu,setelah itu kuceritakan kegembiraan ku pada benda mati agar kegembiraanku abadi selamanya,kau tak pernah tau bagaimana rasanya menjadi detective dan memata-mataimu seperti buronan.ya memang kau buronan hatiku. tapi sayangnya kau malah menulis dinding facebookmu untuk orang lain.
malangnya lagi aku harus tetap pura-pura hadir untuk sekedar memberi komentar dalam statusmu dari sekian banyak wanita.
kau itu seperti harta karun yang ada ditumpukan sampah,dan salah satu yang paling menarik hati dan pandangan mataku.
aku :masihkah ada bahu untuk bersandar,selain lantai untuk bersujud.
kau : semoga!
ya semoga masih ada harapan itu,"bahumu untukku bersandar " kalaupun tidak seperti itu jawaban semoga pun sudah cukup mewakili atas doamu.
dan kalaupun tak mungkin ku milikimu aku akan memiliki dia dan dia yang lain,karena itu jawaban atas doamu "semoga"
dan setelah perjumpaan kita lima tahun yang lalu inilah saatnya aku ucapkan selamat tinggal semoga Tuhan menciptakan ruang terindah di alam kedamaian nanti.
Blogroll
About
Sabtu, 10 Mei 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar