Setidaknya
seperti itu untuk menginggatkan aku tentangmu,kau yang sudah lebih dulu mati
bersama kepergianmu dua tahun yang lalu.tentu kepergianmu bersama dia disebuah
kebebabasan atas sebuah pengekangan cinta yang selama ini aku lakukan,tanyakan
saja pada dirimu sendiri bagaimana rasanya bahagia diatas sebuah
penderitaan,tanyakan saja dan selebihnya silahkan kau simpulkan saja
sendiri.Jangan salahkan Aku karena kau yang memulai,apakah harus ku rubah cara
pandangku tentangmu apakah aku harus menganggapmu selalu baik padahal nyatanya
kau tak seperti itu.Aku lelah untuk beradu akting setiap Aku dan kau jalan
berdua tanpa ada dia dan dia yang lain,Aku lelah berakting Aku baik-baik saja
padahal kenyataannya Aku sangat terluka.
Setidaknya
bukalah mata dan hatimu aku lah yang pantas untuk bersandingdenganmu,atau
paling tidak berpura-puralah masih mencintaiku
agar aku lega walaupun sebenarnya kau hanya berpura-pura.kalau kau
tanyakan padaku apa artinya sebuah rindu apakah harus ku kisahkan rindu ini
dalam sebuah film agar kau tertarik melihatnya dan kau akan menyadarinya
setelah film itu berakhir.Jujur aku malas apalagi harus menjadi sutradara film
ku sendiri,Aku sangat membencinya..
“pejamkan
matamu,berikan tanganmu sini”
“
Kenpa mau kau apakan,tanganku”
“
Aku mau ngasih sesuatu di jarimu,sudah kau pejamkan saja”
Cincin
itu,ah tak semestinya aku menginggat sesuatu yang sudah ku buang,Aku memang
sengaja membuangnya agar aku tak melihat wajahmu dalam cincin itu,karena kau
akan menganggu konsentrasi dan tidur lelapku.setidaknya dengan membuang cincin
pemberianmu aku jadi sedikit lega tak ada lagi yang aku khawatirkan tentang
mu.tapi ternyata semua salah aku masih rela memikirkanmu dan menjaga mu dengan
wanita yang saat ini kau sanding,dan aku adalah penikmat atas kebahagiaan yang
saat ini kau rasa.begitulah caramu membalas cinta yang ku beri sampai kau tega
tak meniliki ke arahku saat kepergianmu. Apakah wajahku tak cukup Ayu untuk kau
pandang,atau tanganku tak cukup halus untuk menyeka air matamu.
Apakah
tak ada ruang dihatimu lagi untuk menempatkanku meskipun aku menjadi yang
kedua,ketiga a
Di
Senja itu belum tuntas saat percakapanmu
dengan ku,mengapa kau sekarang pandai berakting
dan menjadikan sesuatu yang kau punya dan meniadakannya,kau bilang kau tak
punya kekasih dan kau bilang dengan yang lain berbeda,haruskah hidupmu selalu
dipenuhi dengan sebuah kebohongan dan sandiwara.Betapa lelahnya hidupmu, kau
sendiri yang membuat hidupmu menjadi sangat mengenaskan,dan aku mengasihani
kekasihmu.
Atau
kau anggap pacarmu itu tak begitu istimewa,lalu mengapa kau memilihnya,ataukah
kau hanya menjaadikannya sebuah alasan untuk pergi dari kehidupannku.Entahlah
aku tak tahu.
tau seterusnya.
jujur saya apa maumu

0 komentar:
Posting Komentar