Minggu, 11 Mei 2014

jujur saja

Diposting oleh Unknown di 02.10


Setidaknya seperti itu untuk menginggatkan aku tentangmu,kau yang sudah lebih dulu mati bersama kepergianmu dua tahun yang lalu.tentu kepergianmu bersama dia disebuah kebebabasan atas sebuah pengekangan cinta yang selama ini aku lakukan,tanyakan saja pada dirimu sendiri bagaimana rasanya bahagia diatas sebuah penderitaan,tanyakan saja dan selebihnya silahkan kau simpulkan saja sendiri.Jangan salahkan Aku karena kau yang memulai,apakah harus ku rubah cara pandangku tentangmu apakah aku harus menganggapmu selalu baik padahal nyatanya kau tak seperti itu.Aku lelah untuk beradu akting setiap Aku dan kau jalan berdua tanpa ada dia dan dia yang lain,Aku lelah berakting Aku baik-baik saja padahal kenyataannya Aku sangat terluka.
Setidaknya bukalah mata dan hatimu aku lah yang pantas untuk bersandingdenganmu,atau paling tidak berpura-puralah masih mencintaiku  agar aku lega walaupun sebenarnya kau hanya berpura-pura.kalau kau tanyakan padaku apa artinya sebuah rindu apakah harus ku kisahkan rindu ini dalam sebuah film agar kau tertarik melihatnya dan kau akan menyadarinya setelah film itu berakhir.Jujur aku malas apalagi harus menjadi sutradara film ku sendiri,Aku sangat membencinya..
“pejamkan matamu,berikan tanganmu sini”
“ Kenpa mau kau apakan,tanganku”
“ Aku mau ngasih sesuatu di jarimu,sudah kau pejamkan saja”
Cincin itu,ah tak semestinya aku menginggat sesuatu yang sudah ku buang,Aku memang sengaja membuangnya agar aku tak melihat wajahmu dalam cincin itu,karena kau akan menganggu konsentrasi dan tidur lelapku.setidaknya dengan membuang cincin pemberianmu aku jadi sedikit lega tak ada lagi yang aku khawatirkan tentang mu.tapi ternyata semua salah aku masih rela memikirkanmu dan menjaga mu dengan wanita yang saat ini kau sanding,dan aku adalah penikmat atas kebahagiaan yang saat ini kau rasa.begitulah caramu membalas cinta yang ku beri sampai kau tega tak meniliki ke arahku saat kepergianmu. Apakah wajahku tak cukup Ayu untuk kau pandang,atau tanganku tak cukup halus untuk menyeka air matamu.
Apakah tak ada ruang dihatimu lagi untuk menempatkanku meskipun aku menjadi yang kedua,ketiga a

Di Senja itu  belum tuntas saat percakapanmu dengan ku,mengapa kau sekarang pandai berakting  dan menjadikan sesuatu yang kau punya dan meniadakannya,kau bilang kau tak punya kekasih dan kau bilang dengan yang lain berbeda,haruskah hidupmu selalu dipenuhi dengan sebuah kebohongan dan sandiwara.Betapa lelahnya hidupmu, kau sendiri yang membuat hidupmu menjadi sangat mengenaskan,dan aku mengasihani kekasihmu.
Atau kau anggap pacarmu itu tak begitu istimewa,lalu mengapa kau memilihnya,ataukah kau hanya menjaadikannya sebuah alasan untuk pergi dari kehidupannku.Entahlah aku tak tahu.
tau seterusnya.
jujur saya apa maumu 

0 komentar:

Posting Komentar

 

cerpen dan puisi Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review